Kepanikan terjadi di berbagai sudut kota di Kota
Sanan, Pulau Taliabu khususnya pesisir Barat, Utara dan Selatan, begitu juga
Sulabesi dan Mangoli tidak terlepas dari kepanikan yang terjadi dari sore
hingga malam hari. Warga berlarian dan menutup dagangannya lebih awal. Mereka
pulang menyelamatkan diri.
Sekitar 7 jam warga Sanana menginap di dua tempat
yang berdataran tinggi di Kota Sanana, diantaranya Rumah Sakit Umum Kota Sanana
dan Kantor DPRD Kepsul untuk menghindari tsunami. Tampak juga satu unit mobil polisi
membantu proses evakuasi.
Sedangkan, Sejumlah personel Satuan Polisi Pamong
Praja (Satpol PP) dengan menggunakan mobil patrolinya memberikan himbauan untuk
tidak terlalu panik dalam mengamankan diri.
Pantauan Posko Malut, hampir semua toko-toko
sepanjang jalan di pusat pertokoan nampak para pemilik keluar rumah. Apalagi,
pusat pertokoan ini berada di pinggiran pantai, namun, mereka belum
meninggalkan rumah, kendati juga terlihat beberapa pemilik toko juga ikut
mengungsi sambil membawa sejumlah benda berharga. Sedangkan, dua toko yang
biasa membuka pada malam hari yakni Toko Sederhana, Barokah dan Ocehan nampak tertutup.
Tsunami Jepang juga membuat sejumlah pejabat ikut
mengungsi diantaranya ketua Komisi C Hi Syamsuddin Ladjuba, memilih untuk
mengungsi di Kantor DPRD, Kadis Kehutanan di RSU dan sejumlah pejabat lainnya.
Bahkan, kantor Sosial Kepsul yang berada di dataran tinggi pagarnya nyaris
dibongkar, karena terkunci. Karena, kondisi di RSU sudah tidak memungkinkan,
dimana sepanjang lapak dan lorong serta halaman sudah dipenuhi warga yang
mengungsi dan sejumlah kendaraan.
Hi Syamsuddin Ladjuba, mengaku, mengungsi ke DPRD
ini karena desakan anak-anak, setelah mendengar informasi di televisi mengenai
dampak dari gempa di Jepang yang akan menyebabkan tsunami di beberapa daerah
termasuk Maluku Utara."Anak-anak desak untuk mengungsi setelah lihat
televisi ada tsunami, " katanya.
Meski banyak warga yang mengungsi, namun jalan
tidak macet. Hanya saja, lalulintas menjadi ramai. Namun di tengah kepanikan
itu, ada sejumlah warga yang tampak tenang. Setelah pukul 23.00 WIT, mobil
patroli milik Sat Pol PP langsung memberikan informasi mengenai keadaan yang
telah stabil, hingga itu warga di minta untuk kembali ke rumah masing-masing.
Namun, ada sebagian yang terpaksa menginap sampai pagi.
Sementara itu, di Taliabu khususnya Taliabu
Barat, Kapolsek Iptu Zainal dan Camat Talbar Ma’aruf SE, langsung menghimbau
warga untuk mengungsi ke dataran tinggi yang berada di belakang kantor Polsek
dan Gunung Merah.”Warga juga panik tapi tidak menimbulkan korban dan telah
kembali pada puku 23.00 WIT,”katanya. (din)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar