Rabu, 24 Agustus 2011

Nasabah Kecewa atas Pelayanan BRI Kep Sula

Nasabah Mengambil Uang dalam ATM
SANANA, PM-- Lonjakan jumlah nasabah BRI Unit Sanana, Cabang Ternate  dikeluhkan para nasabah. Pasalnya, peningkatan nasabah tidak diimbangi peningkatan pelayanan. Sebab, nasabah yang cukup banyak hanya dilayani dua orang kasir (teller). Akibatnya, nasabah yang akan bertransaksi harus antre berjam-jam. Begitu juga dengan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang sering macet dan tidak ada uang cesh didalamnya.
Amatan Posko Malut selama sepekan ini, Nampak para Nasabah harus duduk antrian darti pagi sampai sore hari. Bahkan untuk melakukan penarikan tunia lewat ATM sulit berlangsung dan sampai saat ini tidak bias dilakukan penarikan setelah 3 hari yang lalu normal berjalan, karena masih ada uang cash dalam berangkas ATM.

Sejumlah pegawai untuk mengambil gaji terutama gaji 13 harus antrian, kalau tidak mereka menawarkan pihak yang hendak melakukan transfer uang keluar daerah.”Pa mau transfer, pakai ATM saja saja asal bapak ada uang cesh,”nada itu selalu terdengar setiap ada wajah baru mendekat di lokasi ATM.
Salah seorang nasabah Erikson bersama, dua temannya menyebutkan, mereka telah antre mulai pukul 09.00 WIB. Namun, hingga pukul 16.00 WIT, namun itu juga tidak berhasil dilayani. “Torang bosan tunggu, dorang bank ini ada bermain, masa torang dari pagi sampai sore tidak bias dilayani, ATM juga so tara jadi, padahal pihak Bank harus mengetahui kalau torang perlu itu doi apalagi ini bulan ramadahan keluarga mau lebaran,”katanya.
Menurutnya, jumlah nasabah di BRI Unit Sanana mengalami lonjakan yang signifikan, setelah gaji pemda diambil melalui bank. Dan pihak bank BRI ini diduga melakukan monopoli nasabah hanya ingin mengejar target. Hingga nasabah tidak dibarengi peningkatan pelayanan. “Seharusnya, kasir minimal dua atau tiga orang. Ini kok hanya satu orang yang melayani sekian banyak nasabah. Akibatnya, nasabah yang akan menabung harus antre berjam-jam,” katanya.
Selain itu, nasabah juga kecewa karena pihak bank tidak mendahulukan nasabah yang duluan menganre. “Bisa-bisanya pihak BRI terlebih dahulu melayani nasabah yang belakangan datang. Seharusnya mereka membuat nomor antrean agar tidak mengecewakan nasabah,” ujarnya.
Kepala Unit BRI Unit Sanana yang dikonfirmasi melalui selulernya tidak berhasil ketika ditemui diruang kerjanya alas annya sibuk belum ingin melayani wawancara.”Maaf bapak sibuk ada urusan dengan nasabah,”kata salah satu pegawainya. (din)

Tidak ada komentar: